Kecelakaan lalu lintas, pelanggaran tata tertib lalu lintas, dan kemacetan sudah sering terjadi di Indonesia. permasalahan lalu lintas ini menimbulkan korban jiwa hingga 27 ribu jiwa pada tahun 2012, jika dibandingkan tahun 2011 dengan korban jiwa sebanyak 31 ribu jiwa data dari kepolisian RI tersebut menunjukkan adanya penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas sebanyak 9%. Penurunan ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam meningkatkan teknologi transportasi di Indonesia. Secara bertahap Pemerintah terutama Kementrian PU mulai membangun Sistem Transportasi Cerdas (Intellegent Transportation System) sebagai solusi untuk mengurangi resiko kecelakaan terlebih untuk ikut mewujudkan Zero Accident pada tahun 2015 yang telah dicanangkan oleh PBB. Berikut penjelasan tentang Sistem Transportasi Cerdas (Intellegent Transportation System).
Sistem Transportasi Cerdas (Intelligent trasportation System) lebih dikenal dengan singkatan ITS. merupakan teknologi maju dibidang elektronika, informatika dan telekominikasi untuk mewujudkan prasarana dan sarana transportasi yang lebih informatif, lancar, aman dan nyaman. Teknologi ini dibangun untuk menurunkan resiko kecelakaan lalu lintas. Aplikasi ITS ini terdiri dari sistem jaringan informasi dan navigasi modern, sistem manajemen lalu-lintas, sistem manajemen kecelakaan, sistem pengumpulan pembayaran transportasi elektronik, dan juga sistem untuk bantuan mengemudi.
TUJUAN
ITS memiliki beberapa tujuan penting yaitu:
1. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi
2. Mengurangi resiko kecelakaan
3. Mengurangi polusi udara
4. Meningkatkan ketertiban para pengguna sarana dan prasarana transportasi
5. Meningkatkan efesiensi penggunaan transportasi
Saat ini, ITS sudah banyak digunakan di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Brazil dan negara maju lainnya. Untuk di asia tenggara negara yang telah menggunakan ITS ialah negara Jepang, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan New Zealand.
Presiden ITS Indonesia, Bambang Susantono menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini tengah membangun ITS secara bertahap, aplikasi ITS telah dilaksanakan di 13 kota dengan menggunakan moda transportasi bus rapid transportation (BRT). Pengembangan aplikasi ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 32 / 2011 turunan Undang-Undang (UU) Lalu-lintas Angkutan Jalan No 22. (CHAN).
Perangkat ITS
GPS, RFID ( Radio Frequency Identification ), teknologi penginderaan mercusuar, Bluetooth, WiMAX ( IEEE 802.16 ), Global System for Mobile Communications (GSM), atau 3G. merupakan perangkat yang digunakan untuk mengolah data masukan dari lapangan yang diperoleh dari kamera CCTV, traffic analyzer, traffic counter, dan sebagainya.
Sinyal yang ditangkap oleh sensor akan ditransfer kejaringan dalam bentuk data yang selanjutnya di informasikan ke pengguna transportasi berupa gambar tingkat kepadatan lalu lintas, rute-rute alternatif terdekat jika terjadi kemacetan parah/ pengalihan arus lalu lintas, kondisi cuaca setempat atau informasi terjadinya keramaian maupun kejadian lakalantas di titik tertentu sehingga para pengguna jalan diharap lebih berhati-hati.
Gambar alur kerja sistem informasi ITS
APLIKASI ITS
Berikut adalah contoh aplikasi ITS yang telah digunakan di beberapa negara:
1. Penegakan Hukum Lalu Lintas Otomatis di Brazil
Sistem ini berbentuk kamera penegak hukum lalu lintas yang terdiri dari kamera dan perangkat pemantauan kendaraan. System ini akan mendeteksi dan mengidentifikasi kendaraan yang tidak mematuhi batas kecepatan atau persyaratan hukum jalan lainnya Kendaraan yang tertangkap kamera akan dikenai tiket sanksi sesuai no plat kendaraan dan tiket tersebut dikirim ke pelaku melalui pos.
Berikut adalah jenis-jenis kamera penegak hukum:
a . Kamera pendeteksi kecepatan
Kamera ini mengidentifikasi kendaraan yang melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan . Kamera ini dilengkapi loop elektromagnetik yang ditanam di setiap jalur jalan sehingga dapat mendeteksi laju kendaraan.
b . Kamera lampu merah
Kamera ini akan menangkap gambar pengendara yang melewati batas jalur berhenti di setiap persimpangan lampu merah.
c . Kamera jalur bus
Kamera yang mengidentifikasi kendaraan yang berada di jalur khusus bus.
d . Kamera penyeberangan
Kamera yang mengidentifikasi kendaraan yang melintasi kereta api secara ilegal .
e . Kamera garis putih
Kamera yang mengidentifikasi kendaraan yang melanggar batas ketinggian kendaraan yang boleh melewati jalur tersebut.
2. Sistem menghindari tabrakan di Jepang
Jepang telah memasang sensor di jalan raya untuk memberitahu pengendara bahwa ada mobil yang terhenti di depan .
3. Sistem notifikasi kendaraan darurat
Teknologi ini bernama eCall yaitu panggilan darurat dihasilkan secara manual oleh penumpang kendaraan atau secara otomatis melalui aktivasi sensor di dalam kendaraan setelah kecelakaan . Ketika eCall ini aktif maka akan otomatis mengirimkan data ke layanan operator terlatih di stasiun eCall terdekat, sehingga dapat ditangani dan diinformasikan secara cepat ke pengendara lainnya bahwa pada lokasi tersebut telah terjadi kecelakaan, agar tidak terjadi kemacetan panjang, dan pengendara yang lain bisa lebih berhati-hati.
4. Sistem kendali lampu lalu lintas
Teknologi untuk menyesuaikan waktu dan pola lampu agar tidak terjadi kasus-kasus yang menyebabkan keterlambatan lalu lintas.
5. Sistem manajemen trasit
Sistem ini untuk mengelola operasi bus berdasarka informasi posisi bus. Tujuannya untuk membuat rute bus lebih efesien dengan menggunakan data letak kendaraan otomatis (AVL-Automatic Vehicle Location).
6. System pembayaran tol elektrik
Sistem ini memberikan kemudahan kepada pengendara sehingga tidak perlu berhenti untuk melakukan pembayaran tariff tol.
Sumber Referensi :
ITS-Litbang-PDF
Kompasiana. Mengenal Aplikasi Sistem Transportasi Cerdas. 2013. http://birokrasi.kompasiana.com
Kementrian Pekerjaan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan Pulitbang Jalan dan Jembatan. KPP Intellegent Transportation System.2011. http://www.pusjatan.pu.go.id/pus_our/index.php?option=com_content&view=article&id=68&Itemid=247
Khisty, C. Jotin dan B. Kent Lall. 2003. Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi. (Terjemahan). Jakarta : Erlangga



